Siapa Calon Menko Perekonomian Jokowi? Ekonom: CT Gesit, Sri Mulyani Berpengalaman

Jakarta -Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan akan mengumumkan komposisi kabinet dalam waktu dekat. Ini dilakukan setelah Jokowi menyerahkan nama-nama kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Bambang Brodjonegoro, mantan Wakil Menteri Keuangan, digadang-gadang jadi kandidat serius untuk posisi Menteri Keuangan. Sementara untuk posisi Menko Perekonomian, belum ada nama yang bisa dipastikan.

Tony Prasetiantono, pengamat ekonomi dari Universitas Gadjah Mada, menilai Chairul Tanjung dan Sri Mulyani Indrawati adalah nama-nama yang pas menduduki posisi Menko Perekonomian.

Chairul Tanjung, yang akrab disapa CT, pernah menjabat sebagai Menko Perekonomian di pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Sedangkan Sri Mulyani, Direktur Pelaksana Bank Dunia, sempat menjadi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Menteri Keuangan, sampai Menko Perekonomian.

Menurut Tony, CT tepat mendampingi Jokowi. Dalam periode yang terbilang singkat, CT bisa menyelesaikan sejumlah masalah. Kecepatan, karakter yang juga dimiliki Jokowi.

"Pak CT saya lihat cukup berhasil saat beberapa bulan menjadi Menko di akhir era SBY. Dia tipe trouble shooter, cekatan," katanya kepada detikFinance, Rabu (22/10/2014).

Menurutnya, karakter itu tidak lepas dari latar belakang CT sebagai pengusaha. Seorang pengusaha dituntut bisa mengambil keputusan dengan cepat.
"Tipe seperti itu cocok dengan irama kerja Presiden Jokowi yang juga gesit. Mereka berdua saya duga bisa menemukan chemistry-nya," ujar Tony.

Calon lainnya, tambah Tony, adalah Sri Mulyani. Sedikit berbeda dengan CT, wanita yang akrab disapa Ani punya beberapa keunggulan. Di antaranya adalah kapasitas di bidang ekonomi, pengalaman menjalani tiga menteri, dan jaringan Internasional.

"‎Sri Mulyani juga pilihan terbaik untuk Menko Perekonomian. Dia unggul di kapasitas, pengalaman di kabinet, maupun network internasional," kata Tony.

Fauzi Ichsan, Ekonom Standard Chartered Bank, mengatakan seorang Menko Perekonomian haruslah sosok yang dihormati oleh menteri-menteri lainnya. Pasalnya, seorang Menko Perekonomian adalah koordinator dari 17 kementerian.

"Harus qualified, harus seorang senior. Tapi bukan senior citizen (manula) juga," ujarnya.

Fauzi menyebutkan satu syarat utama seorang Menko Perekonomian. "Pokoknya yang bisa memanggil menteri dan menteri yang dipanggil langsung datang," tegasnya.

Sumber: Detik.com

Label:

[ 0 comments ]